Kamis, 18 Oktober 2012
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN
No. Register : -
Masuk ke klinik tanggal, jam : 13 januari 2012 pukul 10.45 wib
Biodata Ibu Suami
Nama : Ny. A Tn. S
Umur : 20 tahun 25 tahun
Agama : Islam Islam
Suku/kebangsaan : Jawa/ Indonesia Jawa/ Indonesia
Pendidikan : SMP SD
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Wiraswasta
Alamat : Desa Sei Baharu Dsn 4 Desa SeiBaharu Dsn 4
DATA SUBJEKTIF
1. Alasan masuk kamar bersalin : ibu inpartu.
2. Keluhan utama : ibu merasa mules di perut yang menjalar ke pinggang
3. Tanda-tanda persalinan
a. Kontraksi uterus sejak tanggal 12 Januari 2012 pukul 22.45 wib
Frekuensi : – kali dalam 10 menit
Durasi : – detik
Kekuatan : -
Lokasi ketidaknyamanan di daerah perut yang menjalar sampai ke pinggang
b. Pengeluaran per vaginam
Lendir darah : Tidak
Air ketuban : Tidak
Darah : Tidak
4. Riwayat sebelum masuk ruang bersalin
5. Riwayat kehamilan sekarang
HPM : 16-04-2011 HPL : 23-01-2012
Menarche umur 13 tahun, siklus 28 hari, lama 7 hari, banyaknya 2 kali ganti doek/ hari.
ANC teratur, frekuensi 7-8 kali, di Klinik Safridah
Keluhan/ komplikasi selama kehamilan :
TM I : mual dan muntah
TM II : tidak ada
TM III : tidak ada
Riwayat merokok/ minum-minuman keras/ minum jamu : Tidak ada
Imunisasi TT 1 : -
Imunisasi TT 2 : -
6. Pergerakan janin dalam 24 jam terakhir : -
7. Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu
Hamil Persalinan Nifas
Tgl Lahir Usia kehamilan Jenis Persalinan Penolong Komplikasi Jenis kehamilan BB lahir Laktasi Komplikasi
Bayi Ibu
I 18-11-2009 aterm spontan bidan Tidak ada Tidak ada perempuan 2800gr baik Tidak ada
Hamil ini - - - - - - - - - -
8. Riwayat kontrasepsi yang digunakan
No Jenis Kontrasepsi Mulai memakai Berhenti/ Ganti Cara
Tanggal Oleh Tempat Keluhan Tanggal Oleh Tempat Alasan
1 Suntik KB
9. Riwayat kesehatan
a. Penyakit yang pernah/sedang diderita : Tidak ada
b. Penyakit yang pernah/sedang diderita keluarga : Tidak ada
c. Riwayat keturunan kembar : Tidak ada
10. Makan terakhir tanggal 13-01-2012 Jam 08.00 wib Jenis : nasi+ lauk.
Minum terakhir tanggal 13-01-2012 Jam 08.00 wib Jenis : air putih.
11. Buang Air Besar terakhir tanggal 13-01-2012 Pukul 09.00 wib.
12. Buang air kecil terakhir tanggal 13-01-2012 Pukul 09.00 wib.
13. Istirahat/ tidur dalam 1 hari terakhir 2,5 jam.
14. Keadaan psiko sosio spirituak/ kesiapan menghadapi proses persalinan
a. Pengetahuan tentang tanda-tanda persalinan dan proses persalinan : Baik.
b. Persiapan persalinan yang telah dilakukan (pendamping ibu, biaya, dll) : persiapan telah dilakukan, ibu ingin didampingi suami, perlengkapan bayi dan biaya telah dipersiapkan.
c. Tanggapan ibu dan keluarga terhadap proses persalinan yang dihadapi : Ibu dan suami telah siap dalam menghadapi proses persalinan.
DATA OBJEKTIF
1. Pemeriksaan fisik
a. Keadaan umum : Baik Kesadaran : Composmentis
b. Status emosional : Stabil
c. Tanda vital
Tekanan darah : 110/70 mmHg
Nadi : 88 x/i
Pernapasan : 20 x/i
Suhu : 36,7◦C
d. TB : 160 cm
BB : Sebelum hamil : 57 kg, BB sekarang : 66 kg
LLA : 24,5 cm
e. Kepala dan leher
Edema wajah : Tidak ada
Cloasma gravidarum : Tidak ada
Mata : Sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak pucat
Mulut : Lidah bersih, tidak ada karies, tidak ada epulis pada gigi, polip tidak meradang .
Leher : Tidak ada pembengkakan kelenjar tiroid
f. Payudara
Bentuk : Simetris kiri dan kanan
Putting susu : Menonjol
Colostrum : Ada
g. Abdomen
Pembesaran : Simetris
Benjolan : Tidak ada
Bekas luka : Tidak ada
Strie grabidarum : Strie lipid
Palpasi Leopold
Leopold I : TFU pertengahan antara Px dengan pusat, pada fundus teraba bulat, besar, lunak.
Leopold II : pada bagian kanan perut ibu teraba panjang, keras dan memapan yaitu punggung janin (PUKA), dan pada bagian perut kiri ibu teraba tonjolan-tonjolan kecil yaitu ekstremitas janin.
Leopold III : pada bagian terbawah teraba bilar dan keras yaitu kepala, bagian terbawah janin yaitu kepala.
Leopold IV : bagian terbawah janin sudah masuk PAP (divergen).
Osborn test : -
TBJ : -
Auskultasi DJJ : Punctum maksimum di kuadran kanan bawah
Frekuensi : 135 x/i
His : Frekuensi : 3 x dalam 10 menit
Durasi : 40 detik
Kekuatan : Sedang
Palpasi supra pubik : -
h. Punggung : Tidak ada kelainan
i. Pinggang : Tidak nyeri
j. Ekstremitas
Kekakuaan otot dan sendi : Tidak kaku
Edema : Tidak ada
Varices : Tidak ada
Reflek patela : (+) pada kanan dan kiri
Kuku : Bersih
k. Genetalia luar
Tanda chadwich : Tidak ada
Varices : Tidak ada
Bekas luka : Tidak ada
Kelenjar bartholini : Tidak ada kelainan
Pengeluaran : Tidak ada
l. Anus
Hemoroid : Tidak ada
2. Pemeriksaan dalam, tanggal 13-01-2012, oleh Bidan Safridah pukul 11.00 wib dengan hasil pembukaan 6 cm, selaput ketuban utuh dan menonjol.
3. Pemeriksaan penunjang, tidak dilakukan.
ASSESSMENT
1. Diagnosis kebidanan
Ibu sekundigravida, 38 mgg 1 hari, intra uteri, janin hidup, tunggal, PUKA, presentasi kepala, divergen, ibu dan janin sehat, ibu inpartu fase aktif
2. Masalah : Tidak ada
3. Kebutuhan : Tidak ada
4. Diagnosa Potensial : Ibu inpartu kala I fase aktif..
5. Masalah Potensial : Tidak ada
6. Kebutuhan tindakan segera berdasarkan kondisi klien
a. Mandiri : menunggu pembukaan lengkap dan memantau dan mencatat perkembangan dengan menggunakan partograf.
b. Kolaborasi : Tidak ada
c. Merujuk : Tidak ada
PLANNING (termasuk pendokumentasian implementasi dan evaluasi)
1. Informasikan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga.
2. Beri dukungan mental dan spiritual.
3. Persiapkan alat pertolongan persalinan.
4. Ajari ibu cara mengedan yang baik dan benar
5. Pantau keadaan uum ibu dan janin dalam partograf
IMPLEMENTASI
1. Menginformasikan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga.
Vital sign
TD : 110/70 mmHg RR : 20 x/i
Pols : 88 x/i Temp :36,7 ◦ C
His 4 kali dalam 10 menit durasi 40 detik
DJJ (+), frekuensi 135 x/i
2. Memberikan dukungan mental dan spiritual kepada ibu agar siap menghadapi proses persalinan dengan mengatasi rasa cemas ibu yaitu dengan cara enganjurkan ibu untuk berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaannya dan memberitahukan kepada ibu bahwa sebentar lagi ibu akan mempunyai bayi.
3. Mempersiapakan alat pertolongan persalinan, yaitu :
SAF I, terdiri dari :
- Partus set, berisi : handskun 2 pasang, setengah koher, kain segitiga steril, 2 buah arteri klem, 1 buah guntung tali pusat, benang tali pusat secukupnya, dan kasa steril.
- Kotak obat berisi : methergin
Oksitosin
Lidocain
Antibiotik
- Benang cut gut
- Obat tetes mata, bethadine
- 3 buah spuit (3 cc) dan 1 buah spuit 5 cc
- 2 buah near bekken
- Com berisi kapas kering kasa, kateter, dan kapas alkohol
- Air DTT clorin spray
- Monoral
- Clorin spray
SAF II
- Hecting set berisi : gunting anatomi, nald folder, 1 pasang handskun, 1 buah benang steril, 1 buah gunting, pinset anatomi, pinset chirugis, dan nald hecting.
- Penghisap lendir
- Tempat clorin untuk sarung tangan
- Tempat spuit bekas
- Tempat plasenta
- Tempat ampul bekas
- Tensimeter dan steteskop
- Penghisap lendir
- Tempat air DTT
SAF III
- Cairan RL
- Abocat 2 buah
- Infus set
- Celemek
- Waslap 2 buah
- Sarung tangan steril
- Handscun bersih 2 buah
- Plastik kuning, merah dan putih
- Ember detergen
- Lampu sorot
- Kain pasien
- Kacamata
- RSP
- Underped
- Topi
- Sandal
- Handuk
- Doek
4. Mengajari ibu cara mengedan yang bak dan benar yaitu dengan cara mengedan saat ada his dan istirahat disaat tidak ada his. Mengajarkan pada ibu posisi meneran yang baik yaitu kedua tangan memegang kedua paha, dagu menempel di dada, dan pandangan ke depan.
5. Memantau keadaan umum ibu dan janin dalam partograf.
EVALUASI
1. Ibu dan keluarga telah mengetahui keadaan umumnya dan janinnya.
2. Dukungan mental dan spiritual telah diberikan.
3. Alat pertolongan persalinan telah dipersiakan.
4. Cara mengedan yang baik dan benar telah dianjurkan dan ibu telah mengerti dengan apa yang telah disampaikan.
5. Keadaan umum ibu dan janin telah dipantau dalam partograf.
CATATAN PERKEMBANGAN
Tanggal 13-01-2012 Jam : 11.25 wib
PENGKAJIAN KALA II
Data Subjektif
Pukul 11.25 ibu mengatakan keluar cairan dari alat kelaminnya, lalu sesaat kemudian ibu mengatakan seperti ingin BAB.
Data Objektif
Pukul 11.25 wib, ketuban pecah secara spontan, warna jernih. Lalu dilakukan pemeriksaan dalam dengan hasil pembukaan sudah lengkap 10 cm, keluar lendir bercampur darah, adanya tekanan anus, perinium menonjol, vulva membuka.
Assessment
Ibu akan segera bersalin.
Planning
Tanggal 13-01-2012 Jam : 11.30 wib
1. Persiapan pertolongan persalinan.
2. Atur posisi ibu sesuai keinginannya.
3. Pimpin persalinan yang bersih dan aman.
4. Catat proses persalinan ke dalam partograf.
Implementasi
Tanggal 13-01-2012 Jam : 11.30 wib
1. Mempersiapkan pertolongan persalinan yang bersih dan aman yaitu penolong mencuci tangan, memakai topi, kacamata, masker, celemek, sandal dan handskun.
2. Mengatur posisi ibu meneran sesuai keinginan ibu.
3. Memimpin persalinan yaitu dengan cara :
• Memimpin ibu mengedan sewaktu ada his saat suboksiput tampak di depan vulva, tangan kanan menahan perineum 3 jari dengan doek steril agar perineum tidak ruptur, sementara tangan kiri menahan kepala di puncak kepala yang terlihat untuk mencegah agar kepala tidak terlalu cepat defleksi, maka lahirlah berturut-turut UUB, dahi, mata, hidung, mulut, dagu dan lahirlah seluruh kepala.
• Setelah kepala lahir, maka bersihkan hidung dan mulut dari lendir dan darah dengan kasa steril sambil menunggu kepala melakukan putar paksi luar.
• Perksa lilitan tali pusat dengan menggunakan jari telunjuk dan jari tengah.
• Setelah kepala putar paksi luar, pegang kepala secara biparietal, lalu tarik kepala ke bawah untuk melahirkan bahu anterior dan tarik ke atas untuk melahirkan bahu posterior.
• Lalu lakukan metode sangga susur, tangan kanan membentuk metode 4 :1, 4 jari berada di punggung janin dan 1 jari berada di dada untuk menyangga, sementara tangan kiri menyusuri lengan, badan, bokong, paha, lutut dan kaki, sekaligus memegang kedua kaki dengan metode garpu.
• Bayi lahir pukul 12.03 wib BB : 3800 gr PB : 50 cm
• Jenis kelamin laki-laki.
• Bugar skor : bayi menangis kuat, pergerakan aktif, kulit kemerahan, dan pernapasan teratur.
• Segera mengeringkan bayi dan menjepit tali pusat dengan menggunakan arteri klem yang telah dipersiapkan kira-kira 3 cm dari pangkal pusat dan 2 cm dari klem pertama.
• Memotong tali pusat diantara kedua klem sambil melindungi tali pusat.
• Mempalpasi perut ibu untuk memastikan tidak ada bayi berikutnya dan hasilnya adalah tidak ada bayi kedua.
• Mengganti pembungkus bayi dengan kain bersih dan kering.
• Memberikan bayi kepada ibu untuk disusui.
4. Mencatat proses persalinan ke dalam partograf.
Evaluasi
1. Persiapan pertolongan persalinan yang bersih dan aman telah dilakukan.
2. Posisi ibu meneran telah di atur sesuai dengan keinginan ibu.
3. Proses persalinan telah dipimpin, bayi lahir pukul 12.03 wib JK : laki-laki, BB : 3800gr, PB : 50 cm.
4. Proses persalinan telah dicatat dalam partograf.
PENGKAJIAN KALA III
Tanggal : 13-01-2012 Pukul : 12.03 wib
Data Subjektif
Ibu mengatakan adanya rasa mules dan nyeri di bagian abdomen dan ibu mengatakan adanya perasaan untuk meneran.
Data Objektif
Bayi lahir pukul 12.03 wib tanggal 13-01-2012, JK : laki-laki, BB : 3800 gr, PB : 50 cm, bayi bugar.
Keadaan umum ibu baik, keadaan emosional stabil, TFU setinggi pusat, kontraksi uterus baik, vital sign : TD : 110/70 mmHg, Pols : 88 x/i, RR : 20 x/i, Temp : 36,9◦ C.
Adanya tanda-tanda pelepasan tali pusat, yaitu adanya semburan darah, pemanjangan talipusat, perubahan bentuk uterus dari diskoit menjadi globular, dan perubahan posisi uterus, uterus naik ke arah abdomen.
Assessment
ibu parturien kala III
Planning
1. Informasikan kepada ibu dan bayi.
2. Lakukan manajemen aktif kala III.
3. Periksa plasenta.
4. Periksa robekan.
5. Catat pengeluaran plasenta dalam partograf.
Implementasi
1. Menginformasikan keadaan ibu dan bayi kepada keluarga bahwa ibu dan bayi dalam keadaan baik dan sehat dengan vital sign :
TD : 110/70 mmHg RR : 20 x/i
Pols : 88 x/i Temp : 36,9◦ C
Bayi lahir pukul 12.03 wib tanggal 13-01-2012, BB 3800 gr, PB : 50 cm
2. Melakukan manajemen aktif kala II dengan cara : memberikan suntikan oksitosin 10 unit secara IM di 1/3 paha kanan luar. Melakukan PTT dengan cara memindahkan klem 5 cm di depan vulva lalu meletakkan tangan kiri diatas simfisis pubis ke arah dorsal kranial untuk mencegah inversio uteri yaitu keluarnya uterus bersama dengan plasenta, sedangkan tangan kanan memegang klem dan menarik tali pusat sejajar lantai mengikuti lengkung alamiah panggul. Apabila 2/3 plasenta tampak di depan vulva, maka pindahkan tangan kiri dibawah plasenta dan tangan kanan memutar plasenta searah jarum jam. Setelah plasenta lahir, tangan kiri melakukan masase fundus, sementara tangan kanan memeriksa kelengkapan plasenta.
3. Memeriksa kelengkapan plasenta, setelah plasenta lahir, maka periksa bagian plasenta dengan tangan kanan untuk memastikan seluruh kotiledo lahir lengkap pukul 13.13 wib, berat : 500 gr, panjang tali pusat : 50 cm, jumlah kotiledon lengkap 20 buah.
4. Memeriksa apakah ada laserasi jalan lahir dengan cara membuka labia mayora, labia minora dan serviks serta memeriksa apakah ada ruptur perineum dengan menggunakan kasa steril, ternyata tidak ada laserasi.
5. Mencatat proses pengeluaran plasenta dalam partograf.
Evaluasi
1. Informasi tentang keadaan ibu dan bayi telah diberitahukan
2. Manajemen aktif kala III telah dilakukan dan plasenta lahir pukul 12.13 wib.
3. Plasenta lahir lengkap, selaput ketuban utuh, kotiledon lengkap 20 buah, berat 500 gr, panjang tali pusat 50 cm.
4. Tidak ada laserasi jalan lahir.
5. Proses pengeluaran plasenta telah dicatat dalam partograf.
PENGKAJIAN KALA IV
Data Subjektif
Ibu mengatakan bahwa ia lelah, lapar dan haus setelah bersalin.
Data Objektif
Plasenta lahir pukul 12.13 wib, selaput ketuban utuh, kotiledon lengkap, berat 500 gr, panjang tali pusat 50 cm, perdarahan ± 100 cc, kontraksi uterus baik, TFU 2 jari di bawah pusat. Kandung kemih kosong.
Vital sign : TD : 110/70 mmHg, Pols : 88 x/i, RR : 20 x/i, Temp : 36,9 ◦C.
Assassment
Ibu parturien kala IV
Planning
1. Bersihkan ibu dan alat-alat persalinan.
2. Pantau keadaan umum ibu.
3. Beri nutrisi dan cairan.
4. Pantau dan catat keadaan ibu dalam partograf.
Implementasi
1. Membersihkan ibu dari sisa-sis darah, memakaikan pakaian yang bersih kemudian membersihkan alat-alat persalinan dengan cara merendamnya di dalam larutan klorin 0,5 % selama 10 menit. Lalu dicuci bilas dan kemudian direbus dan ditunggu selama 20 menit setelah air mendidih.
2. Memantau keadaan umum ibu selama 2 jam. Pada 1 jam pertama, setiap 15 menit sekali periksa tekanan darah, TFU, kontraksi, perdarahan, kandung kemih, nadi, suhu diperiksa setiap 1 jam sekali. Pada 2 jam pertama setiap 30 menit sekali periksa tekanan darah, pols, TFU, kontraksi, perdarahan, kandung kemih, suhu diperiksa setiap 1 jam sekali.
3. Memberi ibu asupan nutrisi berupa makanan dan minuman untuk menambah tenaga ibu.
4. Memantau keadaan ibu dalam partograf.
Evaluasi
1. Ibu dan alat-alat pertolongan persalinan telah dilakukan.
2. Keadaan ibu telah dipantau.
3. Ibu telah diberi asupan nutrisi dan cairan.
4. Keadaan ibu telah dipantau dalam partograf.
Minggu, 14 Oktober 2012
HAMIL KEMBAR
Kehamilan kembar atau kehamilan
multipel ialah suatu kehamilan dengan dua janin atau lebih. Kehamilan multipel
dapat berupa kehamilan ganda/ gemelli (2 janin), triplet ( 3 janin ),
kuadruplet ( 4 janin ), Quintiplet ( 5 janin ) dan seterusnya dengan frekuensi
kejadian yang semakin jarang sesuai dengan hokum Hellin. Hukum Hellin
menyatakan bahwa perbandingan antara kehamilan ganda dan tunggal adalah 1: 89,
untuk triplet 1 : 892, untuk kuadruplet 1 : 893, dan seterusnya. Kehamilan
tersebut selalu menarik perhatian wanita itu sendiri, dokter dan masyarakat
pada umumnya. Morbiditas dan mortalitas mengalami peningkatan yang nyata pada
kehamilan dengan janin ganda, oleh karena itu mempertimbangkan kehamilan ganda
sebagai kehamilan dengan komplikasi bukanlah hal yang berlebihan.
ETIOLOGI
Kembar
Monozigotik
Kembar monozigotik atau identik,
muncul dari suatu ovum tunggal yang dibuahi yang kemudian membagi menjadi dua
struktur yang sama, masing-masing dengan potensi untuk berkembang menjadi suatu
individu yang terpisah.
Hasil
akhir dari proses pengembaran monozigotik tergantung pada kapan pembelahan
terjadi, dengan uraian sebagai berikut :
•
Apabila pembelahan terjadi didalam 72 jam pertama setelah pembuahan, maka dua
embrio, dua amnion serta dua chorion akan terjadi dan kehamilan diamnionik dan
di chorionik. Kemungkinan terdapat dua plasenta yang berbeda atau suatu
plasenta tunggal yang menyatu.
•
Apabila pembelahan terjadi antara hari ke-4 dan ke-8 maka dua embrio akan
terjadi, masing-masing dalam kantong yang terpisah, dengan chorion bersama,
dengan demikian menimbulkan kehamilan kembar diamnionik, monochorionik.
•
Apabila terjadi sekitar 8 hari setelah pembuahan dimana amnion telah terbentuk,
maka pembelahan akan menimbulkan dua embrio dengan kantong amnion bersama, atau
kehamilan kembar monoamnionik, monochorionik.
•
Apabila pembuahan terjadi lebih belakang lagi, yaitu setelah lempeng embrionik
terbentuk, maka pembelahannya tidak lengkap dan terbentuk kembar yang menyatu.
Kembar
Dizigot
Dizigotik,
atau fraternal, kembar yang ditimbulkan dari dua ovum yang terpisah. Kembar
dizigotik terjadi dua kali lebih sering daripada kembar monozigotik dan
insidennya dipengaruhi oleh sejumlah faktor antara lain yaitu ras, riwayat
keluarga, usia maternal, paritas, nutrisi dan terapi infertilitas.
PATOFISIOLOGI
Pada kehamilan kembar distensi
uterus berlebihan, sehingga melewati batas toleransi dan seringkali terjadi
putus prematurus. Lama kehamilan kembar dua rata-rata 260 hari, triplet 246
hari dan kuadruplet 235 hari. Berat lahir rata-rata kehamilan kembar ±
2500gram, triplet 1800gram, kuadriplet 1400gram. Penentuan zigositas janin
dapat ditentukan dengan melihat plasenta dan selaput ketuban pada saat
melahirkan. Bila terdapat satu amnion yang tidak dipisahkan dengan korion maka
bayi tesebut adalah monozigotik. Bila selaput amnion dipisahkan oleh korion,
maka janin tersebut bisa monozigotik tetapi lebih sering dizigotik.1,2 Pada
kehamilan kembar dizigotik hampir selalu berjenis kelamin berbeda. Kembar
dempet atau kembar siam terjadi bila hambatan pembelahan setelah diskus
embrionik dan sakus amnion terbentuk, bagian tubuh yang dimiliki bersama dapat.
Secara umum, derajat dari perubahan fisiologis maternal lebih besar pada
kehamilan kembar dibanding dengan kehamilan tunggal. Pada trimester 1 sering
mengalami nausea dan muntah yang melebihi yang dikarateristikan
kehamilan-kehamilan tunggal. Perluasan volume darah maternal normal adalah 500
ml lebih besar pada kehamilan kembar, dan rata-rata kehilangan darah dengan
persalinan vagina adalah 935 ml, atau hampir 500 ml lebih banyak dibanding
dengan persalinan dari janin tunggal. Massa sel darah merah meningkat juga,
namun secara proporsional lebih sedikit pada kehamilan-kehamilan kembar dua
dibanding pada kehamilan tunggal, yang menimbulkan” anemia fisiologis” yang
lebih nyata. Kadar haemoglobin kehamilan kembar dua rata-rata sebesar 10 g/dl
dari 20 minggu ke depan. Sebagaimana diperbandingkan dengan kehamilan tunggal,
cardiac output meningkat sebagai akibat dari peningkatan denyut jantung serta
peningkatan stroke volume. Ukuran uterus yang lebih besar dengan janin banyak
meningkatkan perubahan anatomis yang terjadi selama kehamilan. Uterus dan
isinya dapat mencapai volume 10 L atau lebih dan berat lebih dari 20 pon. Khusus
dengan kembar dua monozygot, dapat terjadi akumulasi yang cepat dari jumlah
cairan amnionik yang nyata sekali berlebihan, yaitu hidramnion akut. Dalam
keadaan ini mudah terjadi kompresi yang cukup besar serta pemindahan banyak
visera abdominal selain juga paru dengan peninggian diaphragma. Ukuran dan
berat dari uterus yang sangat besar dapat menghalangi keberadaan wanita untuk
lebih sekedar duduk.
Pada kehamilan kembar yang dengan
komplikasi hidramnion, fungsi ginjal maternal dapat mengalami komplikasi yang
serius, besar kemungkinannya sebagai akibat dari uropati obstruktif. Kadar
kreatinin plasma serta urin output maternal dengan segera kembali ke normal
setelah persalinan. Dalam kasus hidramnion berat, amniosintesis terapeutik
dapat dilakukan untuk memberikan perbaikan bagi ibu dan diharapkan untuk
memungkinkan kehamilan dilanjutkan. Berbagai macam stress kehamilan serta
kemungkinan-kemungkinan dari komplikasi-komplikasi maternal yang serius hampir
tanpa kecuali akan lebih besar pada kehamilan kembar.
DIAGNOSIS
Untuk menegakkan diagnosis, perlu
dilakukan pemeriksaan dengan berhubungan dengan dugaan kehamilan ganda, yaitu :
Anamnesis
Anamnesis yang dibutuhkan dalam
menegakkan diagnosis kehamilan kembar adalah riwayat adanya keturunan kembar
dalam keluarga, telah mendapat pengobatan infertilitas, adanya uterus yang
cepat membesar: fundus uteri > 4 cm dari amenorea, gerakan anak yang terlalu
ramai dan adanya penambahan berat badan ibu menyolok yang tidak disebabkan
obesitas atau edema.
Pemeriksaan
klinik gejala-gejala dan tanda-tanda
Adanya cairan amnion yang berlebihan
dan renggangan dinding perut menyebabkan diagnosis dengan palpasi menjadi
sukar. Lebih kurang 50 % diagnosis kehamilan ganda dibuat secara tepat jika
berat satu janin kurang dari 2500 gram, dan 75 % jika berat badan satu janin
lebih dari 2500 gram. Untuk menghindari kesalahan diagnosis, kehamilan ganda
perlu dipikirkan bila dalam pemeriksaan ditemukan hal-hal berikut ; besarnya
uterus melebihi lamanya amenorea, uterus tumbuh lebih cepat dari kehamilan
normal, banyak bagian kecil teraba, teraba tiga bagian besar, dan teraba dua
balotemen, serta terdengar 2 DJJ dengan perbedaan 10 atau lebih.
Pemeriksaan
USG
Berdasarkan pemeriksaan USG dapat
terlihat 2 bayangan janin atau lebih dengan 1atau 2 kantong amnion. Diagnosis
dengan USG sudah setelah kehamilan 6-8 minggu dapat menentukan diagnosis akurat
jumlah janin pada uterus dari jumlah kantong gestasional yang terlihat.
Pemeriksaan
radiology
Pemeriksaan dengan rotgen sudah
jarang dilakukan untuk mendiagnosa kehamilan ganda karena cahaya penyinaran.
Diagnosis pasti kehamilan kembar ditentukan dengan teraba dua kepala, dua
bokong, terdengar dua denyut jantung janin, dan dari pemeriksaan
ultrasonografi. Diagnosis diferensial :
•
Kehamilan tunggal dengan janin besar
•
Hidramnion
•
Molahidatidosa
•
Kehamilan dengan tumor
TANDA
DAN GEJALA
Berikut adalah tanda dan gejala yang
mengidentifikasikan kemungkinan kehamilan kembar menurut Bobak (2004):
1)
Ukuran uterus, tinggi fundus uteri dan lingkar abdomen melebihi ukuran yang
seharusnya untuk usia kehamilan akibat pertumbuhan uterus yang pesat selama
trimester kedua.
2)
Mual dan muntah berat (akibat peningkatan kadar hCG).
3)
Riwayat bayi kembar dalam keluarga.
4)
Riwayat penggunaan obat penyubur sel telur, seperti sitrat klomifen (Clomid)
atau menotropins (Pergonal).
5)
Pada palpasi abdomen didapat dua atau lebih bagian besar dan atau banyak bagian
kecil, yang akan semakin mudah diraba terutama pada trimester tiga.
6)
Pada auskultasi ditemukan lebih dari satu bunyi denyut jantung janin yang
jelas-jelas berbeda satu sama lain (berbeda lebih dari 10 denyut jantung per
menit dan terpisah dari detak jantung ibu).
SUMBER
http://kuliahbidan.wordpress.com/2010/01/30/hamil-kembar/
EPIDEMIOLOGI
Pengertian
Epidemiologi merupakan suatu cabang
ilmu kesehatan untuk menganalisis sifat dan penyebaran berbagai masalah
kesehatan dalam suatu penduduk tertentu serta mempelajari sebab timbulnya
masalah serta gangguan kesehatan tersebut untuk tujuan pencegahan maupun
penanggulangannya. (Noor, 2000)
Epidemiologi adalah ilimu yang
mempelajari tentang sifat, penyebab, pengendalian, dan faktor – faktor yang
mempengaruhi frekuensi dan distribusi penyakit, kecacatan, dan kematian dalam
populasi manusia. Epidemiologi juga meliputi pemberian ciri pada distribusi
status kesehatan, penyakit, atau masalah kesehatan masyarakat
lainnyaberdasarkan usia, jenis kelamin , ras, geografi, agama, pendidikan,
pekerjaan, perilaku, waktu, tempat, orang dan sebagainya. (Timmreck, 2004)
Epidemiologi bersala dari kata
Yunani, dan secara harfiah berarti : Epi = di atas/ diantara/ yang ada diantara
Demos = populasi, orang, masyarakat Logos = ilmu Jadi epidemiologi secara bebas
diartikan sebagai : Ilmu yang mempelajari sesuatu (penyakit) yang ada di antara
(yang melanda) masyarakat/populasi
Atau
: Ilmu yang mempelajari epidemi/wabah dengan tujuan mengendalikannya dan
mencegah terulangnya kembali. (Slamet, 2005)
B.
Tujuan
1.
Tujuan Umum
a.
Meneliti populasi manusia, namun sekarang metodenya berlaku juga bagi
penelitian lain – lain populasi, seperti hewan, tumbuhan, air, udara, tanah,
dll. Karena wabah diantara populasi lain dapat juga menyerang manusia, misalnya
flu burung dari Hongkong. Penyakit Pest yang merupakan penyakit tikus, dan Deam
Berdarah Ebola yang asalnya dari Kera, dll.
b.
Mengendaikan wabah saja, yakni dalam arti epidemiologi yang sangat sempit hanya
menyangkut penyakit menular. Tetapi karena definisi epidemiologi telah berubah
sesuai keburtuhan yang telah diuraikan terdahulu, maka tujuan epidemiologi juga
menjadi luas dan mencakup : 1) Deskripsi penyakit, agar dapat mengungkap
mekanisme kausal, menjelaskan mengapa terjadi pola penyakit yang ada (agent,
faktor penentu), dapat menjelaskan perjalanan penyakit, dan dapat digunakan
untuk memberi pedoman pelayanan kesehatan yang diperlukan, misalnya daerah yang
mempunyai insidensi Malaria lebih banyak, maka harus dapat mengutamakan
pelayanan terhadap Malaria. 2) menjelaskan mekanisme terjadinya penyakit,
sehingga dapat digunakan untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan
masyarakat, termasuk kesehatan lingkungan dan kesehatan lingkungan kerja.
2.
Tujuan Praktis
a.
Memformasikan hipotesa yang menjelaskan pola distribusi penyakit yang ada atas
dasar karakteristik waktu, tempat, host, dan agent potensial.
b.
menguji hipotesa dengan menggunakan penelitian yang dirancang secara khusus
untuk dapat mengungkapkan penyebab penyakit c. Menguji validitas konsep
pengendalian penyakit dengan menggunakan data epidemiologis yang dikumpulkan
sehubungan denganprogram tersebut. d. Membantu membuat klasifikasi penyakit
atas dasar penelitian etiologis. Perjalanan penyakit yang sepadan secara
epidemiologis dapat memberi petunjuk bahwa etiologinya itu sejenis dan
sebaliknya.
e.
Mengungkapkan perjalanan suatu penyakit untuk menentukan prognosis penyakit.
(Slamet, 2005)
Menurut
Lilienfeld ada tiga tujuan umum studi epidemiologi, yaitu :
1.
Untuk menjelaskan etiologi (studi tentang penyebab penyakit) satu penyakit atau
sekelompok penyakit, kondisi, gangguan, defek, ketidakmampuan, sindrom, atau
kematian melalui analisis terhadap data medis dan epidemiologi dengan
menggunakan manajemen informasi sekaligus informasi yang berasal dari setiap
bidang atau disiplin ilmu yang tepat, termasuk ilmu sosial/perilaku.
2.
Untuk menentukan apakah data epidemiologi yanga ada memang konsisten dengan
hipotesis yang diajukan dan dengan ilmu pengetahuan, ilmu perilaku, dan ilmu
biomedis yang terbaru. 3. Untuk memberikan dasar bagi pengembangan langkah –
langkah pengendalian dan prosedur pencegahan bagi kelompok dan populasi yang
berisiko, dan untuk pengembangan langkah – langkah dan kegiatan kesehatan
masyarakat yang dipelukan, yang kesemuanya itu akan digunakan untuk mengevaluasi
keberhasilan langkah – langkah , kegiatan, dan program entervensi. (Timmreck,
2004)
C.
Manfaat/ Kegunaan Tujuh manfaat epidemiologi
1.
Untuk mempelajari riwayat penyakit
a.
Epidemiologi mempelajari tren penyakit untuk memprediksi tren penyakit yang
mungkin akan terjadi b. Hasil penelitian epidemiologi dapat digunakan dalam
perencanaan pelayanan kesehatan dan kesehatan masyarakat.
2.
Diagnosis masyarakat
a.
Penyakit, kondisi, cedera, gangguan, ketidakmampuan, defek/cacat apa sajakah
yang menyebabkan kesakitan, masalah kesehatan, atau kematian di dalam suatu
komunitas atau wilayah
3.
Mengkaji risiko yang ada pada setiap individu karena mereka dapat mempengaruhi
kelompok maupun populasi.
a.
Faktor risiko, masalah, dan perilaku apa sajakah yang dapat mempengaruhi
kelompok atau populasi b. Setiap kelompok dikaji dengan melakukan pengkajian
terhadap faktor risiko dan menggunakan tekhnik pemeriksaan kesehatan, misalnya
risiko kesehatan, pemeriksaan , skrining kesehatan, tes kesehatan, dll.
4.
Pengkajian, evaluasi, dan penelitian
a.
Sebaik apa pelayanan kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan dalam
mengatasi masalah dan memenuhi kebutuhan populasi atau kelompok b. Untuk
mengkaji keefektifan, efisiensi, kualitas, kuantitas, akses, ketersediaan layanan
untuk mengobati, mengendalikan atau mencegah penyakit, cedera, ketidakmampuan
atau kematian.
5.
Melengkapi gambaran klinis
a.
Proses identifikasi dan diagnosis untuk menetapkan bahwa suatu kondisi memang
ada atau bahwa seseorang memang menderita penyakit tertentu b. Menentukan
hubungan sebab akibat misalnya radang tenggorokan dapat menyebabkan demam
rematik.
6.
Identifikasi sindrom
a.
Membantu menyusun dan menetapkan kriteria untuk mendefinisikan sindrom,
misalnya sindrom down, fetal alcohol, kematian mendadak pada bayi.
7.
Menentukan penyebab dan sumber penyakita.Temuan epidemiologi memungkinkan
dilakukannya pengendalian, pencegahan, dan pemusnahan penyebab penyakit,
kondisi, cedera, ketidakmampuan atau kematian. (Timmreck, 2004)
D.
Terjadinya Penyakit/Masalah Kesehatan
Beberapa konsep epidemiologi tentang
penularan penyakit yang berhubungan atau mempengaruhi segitiga epidemiologi
antara lain :
1.
Benda tak hidup (fomite) adalah benda yang mempunyai peran dalam penularan
penyakit. Fomite dapat berupa pensil, pulpen, gelas, gagang pintu, pakaian, dan
benda mati lainnya yang menghantarkan infeksi akibat terkontaminasi organisme
penyebab penyakit yang kemudian disentuh orang lain.
2. Vektor adalah serangga misalnya lalat,
kutu, nyamuk, hewan kecil seperti mencit, tikus tau hewan pengerat lainnya.
Vektor adalah setiap makhluk hidup selain manusia yang membawa penyakit yang
menyebar dan menjalani proses penularan penyakit.
3.
Reservoir adalah manusia, hewan, tumbuhan, tanah, atau zat organik (seperti
tinja dan makanan) yang menjadi tempat tumbuh dan berkembang biak organisme
infeksius.
4.
Carier adalah tempat persinggahan organisme penyebab infeksi.
Cara
penularan penyakit: Beberapa cara penularan penyakit telah diidentifikasikan,
ada dua cara umum penularan penyakit, Yaitu :
1.
Penularan Langsung Atau dikenal sebagai penularan dari orang ke orang adalah
perpindahan patogen atau agens secara langsung dan segera dari pejamu/reservoir
ke pejamu yang rentan. Contohnya seperti sentuhan kulit degan kulit, berciuman,
atau hubungan seksual.
2.
Penularan tidak langsung Terjadi ketika patogen atau agens berpindah atau
terbawa melalui beberapa item, organisme, benda atau proses perantara menuju
pejamu yang rentan sehingga menimbulkan penyakit. Penularan tidak langsung
melalui beberapa penularan berikut :
a.
Penularan airborne (melalui droplet atau partikel debu)
Terjadi
ketika seseorang bersin, batuk atau berbicara, memercikkan patogen mikroskopik
yang terbawa dalam droplet ke udara dan dihirup oeh seseorang yanmg rentan yang
berada di dekatnya.
b.
Penularan penyakit Vektorborne
Memeliki
proses mekanisme yang sederhana seperti ketika patogen menggunakan pejamu
(lalat, nyamuk, kutu, tikus) sebagai mekanisme untuk menumpang, untuk
memperoleh makanan, atau sebagai proses perpindahan fisik untuk menyebar.
E.
Faktor –Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Masalah Kesehatan
1.
Pejamu (host) Adalah faktor yang terdapat pada diri manusia yang dapat
mempengaruhi timbulnya serta perjalanan suatu penyakit. Faktor tersebut banyak
macamnya, antara lain :
a.Faktor
keturunan. Dalam dunia kedokteran dikenal berbagai penyakit yang dapat
diturunkan seperti penyakit alergis, kelainan jiwa dan beberapa penyakit
kelainan darah.
b.
Mekanisme pertahanan tubuh, Jika pertahanan tubuh baik maka dalam batas – batas
tertentu beberapa jenis menyakit akan dapat diatasi.
c.
Umur
Pada saat ini banyak dikenal
penyakit tertentu yang hanya menyerang golongan umur tertentu misalnya penyakit
campak, polio dan difteri yang banyak ditemukan pada anak–anak.
d.
Jenis kelamin.
Beberapa penyakit tertentu ditemukan hanya
pada jenis kelamin tertentu saja misalnya tumor leher rahim ditemukan pada
wanita.
e.
Ras
Beberapa ras tertentu diduga lebih
sering menderita beberapa penyakit tertentu misalnya penyakit hemofili
yanglebih banyak ditemukan pada orang barat.
f.
Status perkawinan
g.
Pekerjaan Para manajer yang memimpin suatu perusahaan lebih sering menderita
penyakit ketegangan jiwa daripada bawahan.
h.
kebiasaan hidup
Seseorang
yang biasa hidup kurang bersih tentunya lebih mudah terkena penyakit infeksi.
2.
Bibit Penyakit Suatu substansi atau elemen tertentu yang kehadiran atau ketidak
hadiran dapatmenimbulkan atau mempengaruhi perjalanan suatu penyakit.
3.
Lingkungan (environment) Adalah agregat dari seluruh kondisi dan pengaruh –
pengaruhluar yang mempengaruhi kehidupan dan perkembangan suatu organisme.
A.
Kesimpulan
Secara keseluruhan fungsi pokok
epidemiologi adalah untuk memastikan bahwa di dalam suatu pupulasi terdapat
kelompok yang memiliki angka penyakit, ketidakmampuan, cedera, atau bahkan
angka kematian. Epidemiologi memiliki peran yang pasti dalam kegiatan
pengendalian dan pencegahan bukan saja penyakit menular tetapi juga penyakit
kronis sekaligus penyakit dan kondisi yang berkaitan dengan gaya hidup dan
peruilaku.
TANDA-TANDA PERSALINAN
Adapun
tanda-tanda persalinan adalah sebagai berikut :
1.
Pembukaan lengkap
2.
Vulva membuka
3.
His semakin kuat dan teratur
Walaupun proses persalinan berbeda
pada setiap wanita tapi tanda-tanda dari persalinan adalah sama. Dengan
mengetahui tanda-tanda persalinan anda akan mengerti kapan saat yang tepat
untuk pergi kerumah sakit dan apa saja yang dapat dilakukan bila tanda-tanda
persalinan ini ada pada anda.
Tanda-tanda
persalinan:
·
Lendir
Bercampur Darah
Pengeluaran lendir bercampur darah.
Terjadi karena sumbatan yang tebal pada mulut rahim terlepas sehingga
menyebabkan keluarnya lendir yang berwarna kemerahan karena bercampur darah.
Apa
yang harus dilakukan:
Pengeluaran darah dan lendir dapat
terjadi beberapa hari sebelum persalinan, jadi tunggulah sampai anda mendapat
kontraksi yang teratur atau air ketuban pecah, sebelum anda pergi kerumah
sakit.
Anda
harus menghubungi dokter anda bila terjadi pendarahan hebat.
·
Air
Ketuban Pecah
Kantung ketuban yang mengelilingi
bayi pecah sehingga air ketuban keluar ( Normal air ketuban adalah cairan yang
bersih, jernih dan tidak berbau).
Apa
yang harus dilakukan:
Hubungi dokter anda dan segera ke
rumah sakit, walaupun anda belum merasakan kontraksi, karena ini menjadi resiko
infeksi. Sementara diperjalanan gunakan pembalut wanita untuk dapat menyerap
cairan ketuban anda.
·
Kontraksi
Yang Teratur
Tidak seperti kontraksi Braxton
hick, kontraksi timbul secara teratur, mula-mula kontraksi hanya sebentar
kemudian bertambah lama dan bertambah kuat, dan kontraksi terjadi simetris di
kedua sisi perut mulai dari bagian atas dekat saluran telur ke seluruh rahim,
dan nyeri tidak hilang/kurang dengan istirahat atau elusan.
Apa
yang harus dilakukan:
Ketika
kontraksi nampak teratur, mulailah untuk menghitung waktunya.
Catatlah lamanya waktu antara satu
kontraksi dengan kontraksi berikut, dan lamanya kontraksi berlangsung. Persalinan
hanya terjadi bila kontraksi menjadi semakin dekat 40 detik antara kontraksi
lainnya. Persalinan pertama kali akan berlangsung 12-14 jam sehingga lebih baik
anda menunggu dirumah sambil beristirahat mengumpulkan energi untuk persalinan.
Jadi jika kontraksi anda sudah setiap 5 menit sekali atau sangat sakit anda
dapat pergi ke rumah sakit. Jangan lupa membawa tas yang sudah anda siapkan.
“ILMU KEBIDANAN (OBSTETRI)”
Obstetri merupakan cabang ilmu
kedokteran yang berhubungan dengan persalinan, hal-hal yang mendahuluinya dan
gejala-gejala sisanya (Oxford English Dictionary, 1933). Obstetri terutama
membahas tentang fenomena dan penatalaksanaan kehamilan, persalinan puerperium
baik pada keadaan normal maupun abnormal. Nama lain obstetri adalah mid wifery.
Tujuan obstetri yaitu agar supaya
setiap kehamilan yang diharapkan dan berpuncak pada ibu dan bayi yang sehat.
Juga berusaha keras mengecilkan jumlah kematian wanita dan bayi sebagai akibat
proses reproduksi atau jumlah kecacatan fisik, intelektual dan emosional yang
diakibatkannya.
A. Statistik Vital Obstetri
Statistik
vital obstetri meliputi:
1.
Kelahiran
2.
Angka kelahiran
3.
Angka fertilitas
4.
Kelahiran hidup
5.
Lahir mati (still birth)
6.
Kematian neonatal
7.
Angka lahir mati
8.
Angka kematian janin (sama dengan angka lahir mati)
9.
Angka kematian neonatal
10.
Angka kematian perinatal
11.
Berat badan lahir rendah
12.
Bayi cukup bulan (term infant)
13.
Bayi kurang bulan (prematur)
14.
Bayi lewat bulan (post term)
15.
Abortus
16.
Kematian ibu langsung (direct maternal death)
17.
Kematian ibu tak langsung (indirect maternal death)
18.
Kematian non maternal
19.
Angka kematian ibu atau mortalitas ibu (maternal death rate atau maternal
mortality).
1) Kelahiran
Kelahiran adalah ekspulsi atau
ekstraksi lengkap seorang janin dari ibu tanpa memperhatikan apakah tali
pusatnya telah terpotong atau plasentanya masih berhubungan. Berat badan lahir
adalah sama atau lebih 500 gram, panjang badan lahir adalah sama atau lebih 25
cm, dan usia kehamilan sama atau lebih 20 minggu.
2) Angka Kelahiran
Angka kelahiran adalah jumlah
kelahiran per 1000 penduduk.
3) Angka Fertilitas
Angka fertilitas adalah jumlah
kelahiran hidup per 1000 populasi wanita usia 15-44 tahun.
4) Kelahiran Hidup
Tanda utama kelahiran hidup adalah
neonatus dapat bernapas. Tanda-tanda kehidupan lainnya meliputi denyut jantung dan gerakan spontan yang jelas dari
otot volunter.
5) Lahir Mati (Still Birth)
Lahir mati ditandai oleh tidak ada
satupun tanda-tanda kehidupan pada saat atau setelah kelahiran.
6) Kematian Neonatal
Kematian neonatal terdiri atas
kematian neonatal dini dan kematian neonatal lanjut. Kematian neonatal dini adalah kematian seorang
bayi yang dilahirkan hidup dalam 7 hari setelah kelahiran. Kematian neonatal lanjut adalah kematian seorang
bayi yang dilahirkan hidup lebih 7
hari sampai kurang 29 hari.
7) Angka Lahir Mati
Angka lahir mati adalah jumlah bayi
yang dilahirkan mati per 1000 bayi yang lahir.
8) Angka Kematian Neonatal
Angka kematian neonatal adalah
jumlah kematian neonatal per 1000 kelahiran hidup.
9) Angka Kematian Perinatal
Angka kematian perinatal adalah
jumlah bayi lahir mati ditambah kematian neonatal per 1000 kelahiran total.
10) Berat Badan Lahir Rendah
Berat badan lahir rendah adalah
berat badan lahir kurang 2500 gram.
11) Bayi Cukup Bulan
Bayi cukup bulan adalah bayi yang dilahirkan
dengan usia kehamilan 37-42 minggu atau 260- 294
hari.
12) Bayi Kurang Bulan (Prematur)
Bayi kurang bulan adalah bayi yang
dilahirkan dengan usia kehamilan kurang 37 minggu.
13) Bayi Lewat Bulan
Bayi lewat bulan adalah bayi yang
dilahirkan dengan usia kehamilan lebih 42 minggu.
14) Abortus
Abortus adalah pengambilan atau
pengeluaran janin atau embrio dari uterus selama paruh pertama masa kehamilan (20 minggu atau kurang) atau berat badan
lahir kurang 500 gram atau panjang badan
lahir 25 cm atau kurang.
15) Kematian Ibu Langsung
Kematian ibu langsung disebabkan
komplikasi obstetri dari kehamilan, persalinan atau puerperium dan akibat intervensi, kelahiran, dan terapi tidak
tepat.
16) Kematian Ibu Tak Langsung
Kematian ibu tak langsung disebabkan
oleh penyakit yang timbul selama kehamilan, persalinan
atau puerperium dan diperberat oleh adaptasi fisiologis ibu terhadap kehamilan.
Misalnya kematian ibu
karena komplikasi stenosis mitral.
17) Kematian Non Maternal
Kematian non maternal disebabkan
oleh kecelakaan atau faktor kebetulan yang sama sekali tidak berhubungan dengan kehamilan.
18) Angka Kematian Ibu
Angka kematian ibu adalah jumlah
kematian ibu akibat proses reproduktif per 100.000 kelahiran hidup.
Sebab-sebab umum kematian ibu yaitu
:
1. Perdarahan
2. Hipertensi
3. Infeksi
·
Perdarahan
Perdarahan yang dapat menyebabkan
kematian ibu terdiri atas perdarahan post partum, perdarahan berkaitan abortus,
perdarahan akibat kehamilan ektopik, perdarahan akibat lokasi plasenta abnormal
atau ablasio plasenta (plasenta previa dan absupsio plasenta), dan perdarahan
karena ruptur uteri.
·
Hipertensi
Hipertensi yang dapat menyebabkan
kematian ibu terdiri atas hipertensi yang diinduksi kehamilan dan hipertensi
yang diperberat kehamilan. Hipertensi umumnya disertai edema dan proteinuria
(pre eklamsia). Pada kasus berat disertai oleh kejang-kejang dan koma
(eklamsia).
·
Infeksi
Infeksi nifas atau infeksi panggul
post partum biasanya dimulai oleh infeksi uterus atau parametrium tetapi
kadang-kadang meluas dan menyebabkan peritonitis, tromboflebitis dan
bakteriemia.
Alasan
menurunnya angka kematian ibu :
-
Transfusi darah
-
Anti mikroba
-
Pemeliharaan cairan elektrolit, keseimbanngan asam-basa pada
komplikasi-komplikasi serius kehamilan dan persalinan.
Kematian reproduktif adalah kematian
akibat kehamilan dan penggunaan teknik-teknik untuk mencegah kehamilan (teknik
kontrasepsi).
19) Kematian Perinatal
Kematian
neonatus yang terbanyak adalah :
1.
Berat badan lahir rendah
2.
Cedera susunan saraf pusat akibat hipoksia in utero dan cedera traumatik selama
persalinan dan kelahiran
3.
Malformasi kongenital
SUMBER:
:
Cunningham,
Mac Donald, Gant. Obstetri Williams, ed. ke-18. dr. Joko Suyono & dr. Andry
Hartono (penerj.). Jakarta : EGC.
Kebidanan
Definisi
Bidan
Ikatan Bidan Indonesia
telah menjadi anggota ICM sejak tahun 1956, dengan demikian seluruh kebijakan
dan pengembangan profesi kebidanan di Indonesia merujuk dan mempertimbangkan
kebijakan ICM.
Definisi Bidan menurut International
Confederation Of Midwives (ICM) yang dianut dan diadopsi oleh seluruh
organisasi bidan di seluruh dunia, dan diakui oleh WHO danFederation of
International Gynecologist Obstetrition(FIGO). Definisi tersebut secara berkala
di review dalam pertemuan Internasional / Kongres ICM. Definisi terakhir
disusun melalui konggres ICM ke 27, pada bulan Juli tahun 2005 di Brisbane
Australia ditetapkan sebagai berikut:Bidanadalah seseorang yang telah mengikuti
program pendidikan Bidan yang diakui di negaranya, telah lulus dari
pendidikan tersebut, serta memenuhi kualifikasi untuk didaftar (register) dan
atau memiliki izin yang sah (lisensi) untuk melakukan praktik Bidan.
Bidan diakui sebagai tenaga
professional yang bertanggung-jawab dan akuntabel, yang bekerja sebagai mitra
perempuan untuk memberikan dukungan, asuhan dan nasehat selama masa hamil, masa
persalinan dan masa nifas, memimpin persalinan atas tanggung jawab sendiri dan
memberikan asuhan kepada bayi baru lahir, dan bayi. Asuhan ini mencakup upaya
pencegahan, promosi persalinan normal, deteksi komplikasi pada ibu dan anak,
dan akses bantuan medis atau bantuan lain yang sesuai, serta melaksanakan
tindakan kegawat-daruratan.
Bidan mempunyai tugas penting dalam
konseling dan pendidikan kesehatan, tidak hanya kepada perempuan, tetapi juga
kepada keluarga dan masyarakat. Kegiatan ini harus mencakup pendidikan
antenatal dan persiapan menjadi orang tua serta dapat meluas pada kesehatan
perempuan, kesehatan seksual atau kesehatan reproduksi dan asuhan anak.
Bidan dapat
praktik diberbagai tatanan pelayanan, termasuk di rumah, masyarakat, Rumah
Sakit, klinik atau unit kesehatan lainnya.
b.
Pengertian Bidan Indonesia
Dengan memperhatikan aspek sosial
budaya dan kondisi masyarakat Indonesia, maka Ikatan Bidan Indonesia (IBI)
menetapkan bahwa BidanIndonesia adalah: seorang perempuan yang
lulus dari pendidikanBidanyang diakui pemerintah dan organisasi profesi di
wilayah Negara Republik Indonesia serta memiliki kompetensi dan kualifikasi
untuk diregister, sertifikasi dan atau secara sah mendapat lisensi untuk
menjalankan praktik kebidanan.
Bidan diakui sebagai tenaga
professional yang bertanggung-jawab dan akuntabel, yang bekerja sebagai mitra
perempuan untuk memberikan dukungan, asuhan dan nasehat selama masa hamil, masa
persalinan dan masa nifas, memimpin persalinan atas tanggung jawab sendiri dan
memberikan asuhan kepada bayi baru lahir, dan bayi. Asuhan ini mencakup upaya
pencegahan, promosi persalinan normal, deteksi komplikasi pada ibu dan anak,
dan akses bantuan medis atau bantuan lain yang sesuai, serta melaksanakan
tindakan kegawat-daruratan.
Bidanmempunyai tugas penting dalam
konseling dan pendidikan kesehatan, tidak hanya kepada perempuan, tetapi juga
kepada keluarga dan masyarakat. Kegiatan ini harus mencakup pendidikan
antenatal dan persiapan menjadi orang tua serta dapat meluas pada kesehatan
perempuan, kesehatan seksual atau kesehatan reproduksi dan asuhan anak.
Bidan dapat
praktik diberbagai tatanan pelayanan, termasuk di rumah, masyarakat, Rumah
Sakit, klinik atau unit kesehatan lainnya.
c.
Kebidanan/Midwifery
Kebidanan adalah satu bidang
ilmu yang mempelajari keilmuan dan seni yang mempersiapkan kehamilan, menolong
persalinan, nifas dan menyusui, masa interval dan pengaturan kesuburan,
klimakterium dan menopause, bayi baru lahir dan balita, fungsi–fungsi
reproduksi manusia serta memberikan bantuan/dukungan pada perempuan, keluarga
dan komunitasnya
d.Pelayanan
Kebidanan (Midwifery Service)
Pelayanan kebidanan adalah
bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang diberikan olehBidanyang
telah terdaftar (teregister) yang dapat dilakukan secara mandiri,
kolaborasi atau rujukan.
e.
Praktik Kebidanan
Praktik
Kebidanan adalah implementasi dari ilmu kebidanan oleh Bidan yang
bersifat otonom, kepada perempuan, keluarga dan komunitasnya, didasari etika
dan kode etikBidan.
f.
Manajemen Asuhan Kebidanan
Manajemen Asuhan Kebidanan adalah
pendekatan dan kerangka pikir yang digunakan oleh Bidan dalam
menerapkan metode pemecahan masalah secara sistematis mulai dari pengumpulan
data, analisa data, diagnosa kebidanan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
g.
Asuhan Kebidanan (PR lihat buku)
Asuhan kebidanan adalah proses
pengambilan keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh Bidansesuai dengan
wewenang dan ruang lingkup praktiknya berdasarkan ilmu dan kiat kebidanan Adalah
penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab dalam memberikan
pelayanan kepada klien yang mempunyai kebutuhan/masalah dalam bidang kesehatan
ibu masa hamil, masa persalinan, nifas, bayi setelah lahir serta keluarga
berencana.
Paradigma
Kebidanan
Bidan dalam bekerja memberikan
pelayanan keprofesiannya berpegang pada paradigma, berupa pandangan terhadap
manusia / perempuan, lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan / kebidanan dan
keturunan.
Perempuan
Perempuan sebagimana halnya manusia
adalah mahluk bio-psiko-sosio-kultural yang utuh dan unik, mempunyai kebutuhan
dasar yang unik, dan bermacam-macam sesuai dengan tingkat perkembangan.
Perempuan sebagai penerus generasi, sehingga keberadaan perempuan yang sehat
jasmani, rohani, dan sosial sangat diperlukan.
Perempuan sebagai sumber daya insani
merupakan pendidik pertama dan utama dalam keluarga. Kualitas manusia sangat
ditentukan oleh keberadaan/kondisi perempuan/Ibu dalam keluarga. Para perempuan
di masyarakat adalah penggerak dan pelopor peningkatan kesejahteraan keluarga.
Lingkungan
Lingkungan
merupakan semua yang terlibat dalam interaksi individu pada waktu melaksanakan
aktifitasnya, baik lingkungan fisik, psikososial, biologis maupun budaya.
Lingkungan psikososial meliputi keluarga, kelompok, komunitas dan masyarakat.
Ibu selalu terlibat dalam interaksi keluarga, kelompok, komunitas, dan
masyarakat.
Masyarakat merupakan kelompok paling
penting dan kompleks yang telah dibentuk oleh manusia sebagai lingkungan sosial
yang terdiri dari individu, keluarga dan komunitas yang mempunyai tujuan dan
sistem nilai. Perempuan merupakan bagian dari anggota keluarga dari unit
komunitas. Keluarga yang dalam fungsinya mempengaruhi dan dipengaruhi oleh
lingkungan di mana dia berada. Keluarga dapat menunjang kebutuhan sehari-hari
dan memberikan dukungan emosional kepada ibu sepanjang siklus kehidupannya.
Keadaan sosial ekonomi, pendidikan, kebudayaan dan lokasi tempat tinggal
keluarga sangat menentukan derajat kesehatan reproduksi perempuan.
Perilaku
Perilaku merupakan hasil seluruh
pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkungannya, yang terwujud dalam
bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan.
Pelayanan
Kebidanan
Pelayanan kebidanan adalah
bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang diberikan olehBidanyang
telah terdaftar (teregister) yang dapat dilakukan secara mandiri,
kolaborasi atau rujukan. Pelayanan Kebidanan merupakan bagian integral
dari pelayanan kesehatan, yang diarahkan untuk mewujudkan kesehatan keluarga,
sesuai dengan kewenangan dalam rangka tercapainya keluarga kecil bahagia dan
sejahtera.
Sasaran
pelayanan kebidanan adalah individu, keluarga, dan masyarakat yang meliputi
upaya peningkatan, pencegahan, penyembuhan dan pemulihan pelayanan kebidanan
dapat dibedakan menjadi :
- · Layanan Primer ialah layanan Bidan yang sepenuhnya menjadi anggung jawab Bidan.
- · Layanan Kolaborasi adalah layanan yang dilakukan olehBidan sebagai anggota timyang kegiatannya dilakukan secara bersamaan atau sebagai salah satu dari sebuah proses kegiatan pelayanan kesehatan.
- · Layanan Rujukan adalah layanan yang dilakukan olehBidan dalam rangka rujukan ke system layanan yang lebih tinggi atau sebaliknya yaitu pelayanan yang dilakukan oleh Bidan dalam menerima rujukan dari dukun yang menolong persalinan, juga layanan yang dilakukan oleh Bidan ke tempat/ fasilitas pelayanan kesehatan lain secara horizontal maupun vertical atau meningkatkan keamanan dan kesejahteraan ibu serta bayinya.
Langganan:
Postingan (Atom)